Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

13 Nov 2013

Jelang Pemilu 2014, Banyak Modus Kasus Korupsi

Logo Polri
Jakarta, News Desa - Kasubagops Dit. Tipikor Mabes Polri AKBP Arief Adhiarsa mengatakan kasus-kasus tindak pidana korupsi akan bermunculan dengan banyak modus mulai dari bantuan sosial, belanja modal/barang, lelang fiktif, perjalanan dinas dan pengadaan atau pembebasan lahan jelang Pemilu 2014.

"Jelang Pemilu 2014 diyakini meningkatnya resiko penyimpangan pengelolaan keuangan negara dalam berbagai modus tersebut dan ini potensi korupsi cukup besar, " kata dia dalam di Pekanbaru, Rabu (13/11).

Menurut dia, korupsi juga akan mempersulit proses demokrasi dan menghambat terlaksananya 'good governance' and clean government' sebab korupsi menghancurkan proses formal sebuah sistem pemerintahan.

Begitu seriusnya dampak yang ditimbulkan oleh korupsi maka upaya untuk memberantas korupsi harus dilakukan oleh seluruh pihak yang berkepentingan dan bersinergi.

"Bahkan para CEO ternama di dunia sudah membuktikan bahwa sinergi tidak cukup hanya diucapkan tetapi dibutuhkan kerja keras dan kesungguhan semua pihak untuk terus berusaha secara aktif dan proporsional dalam rangka saling mengisi dan memperkuat barisan," katanya.

Ia merinci potensi korupsi dalam bentuk bantuan sosial akan terjadi dengan modus entitas fiktif, baik perorangan maupun organisasi, penerima bantuan adalah pihak terafiliasi dengan pejabat, 'boomerang aid', pengelolaan diberikan kepada pihak ketiga dimana kemudian 'fraud' akan dilakukan oleh pihak ketiga.

Masih dalam bentuk bantuan sosial dana bergulir akan terjadi kemacetan pada penerima pertama hingga tidak pernah bergulir lagi.

Selain itu modus operandi dalam bentuk belanja modal/barang, yakni berupa rekayasa lelang, persekongkolan antara penyedia dan pemilik barang, panitia/ULP, PPK, KPA/PA) serta dengan modus menang bergilir kartel.

Untuk modus lelang fiktif yang terjadi adalah tidak ada kegiatan lelang hingga barang tidak riil kemudian, 'mark up' serta 'spec down'.

"Dalam mendekati prosesi Pemilu 2014 maka modus operandi tindak korupsi juga bakal muncul dalam perjalanan dinas fiktif, double mata anggaran, penambahan hari perjalanan, pelanggaran atas indeks harga umum/satuan," katanya.

Sedangkan dalam pengadaan/pembebasan lahan seperti 'mark up', rekayasan kepemilikan, membebaskan tanah yang masih milik negara dasarnya hanya surat penguasaan lahan yang dibuat dengan rekayasa penerbitan, kebutuhan tenaga dari unit pendukung dan lain-lain.

Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya sinergi dengan semua pihak dalam rangka mencegah dan melakukan penindakan terhadap tindak pidana korupsi. 

(Ant)

28 Okt 2013

Pagi Ini, Timur Pradopo Serahkan Tongkat Kapolri ke Sutarman

Jakarta — Serah terima jabatan (Sertijab) Kapolri dilaksanakan pagi ini di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua Depok. Sertijab ini adalah puncak prosesi peresmian Komjen Pol Sutarman menggantikan Jenderal Pol Timur Pradopo sebagai Kapolri baru.

"Sertijab Kapolri di Mako Brimob Depok, pagi ini jam 07.00 WIB," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie, saat dihubungi wartawan, Selasa (29/10).

Menurut Ronny, prosesi yang paling penting pada acara sertijab ini adalah penyerahan tongkat komando dari Timur kepada Sutarman, serta Panji Polri dan Tri Brata.

"Tongkat komando, tanda jabatan, dan Panji Polri dan Tri Brata. Itu bagian legitimasi penyerahan secara internal dari Kapolri lama ke Kapolri baru," ujarnya.

Ronny menambahkan, tamu-tamu penting seperti Panglima TNI, Kompolnas, Komisi III DPR RI, beberapa menteri akan ikut hadir dalam peresmian kapolri baru ini.

Pantauan Aktual.co, di lokasi, beberapa Perwira Tinggi (Pati) sudah mulai memasuki Lapangan Mako Brimob dimana tempat tersebut adalah area luas yang akan dilangsungkannya acara tersebut.

Kendati demikian, acara yang akan dijadwalkan mulai pukul 07.00 WIB ini, kemungkinan akan dibuka tepat pukul 08.00 WIB.
Nur Lail -

Sumber: Aktual.co

24 Sep 2013

Ketua Fraksi Partai Demokrat Tertangkap Pakai Sabu

NEWSDESA.Com, TENGGARONG - Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) sekaligus Ketua Komisi III DPRD Kutai Kartanegara, Aji Dendy, ditangkap polisi setelah kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu di rumah kontrakannya di Jalan Teratai, Kelurahan Panji, Tenggarong, Jumat malam (20/9/2013). 

Dalam penangkapan itu, diamankan pula teman dekat Dendy berinisial MY yang juga ikut mengonsumsi barang haram tersebut. Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan sabu seberat 0,5 gram yang dibagi dalam dua paket kecil. Satu poket ditemukan di dalam sebuah kotak warna biru yang disimpan di dalam laci kerja, lengkap dengan pipetnya. 

Satu paket lainnya ditemukan di dalam kamar bagian depan, tepatnya di bawah ranjang milik Dendy. Di tempat itu pula ditemukan sebuah bong, lengkap dengan pipet. Lantas, di kamar bagian belakang juga ditemukan sisa sabu dan ada sisa air. 
Ilustrasi Sabu | SHUTTERSTOCK

Petugas juga menyita sebuah lampu kecil modifikasi yang rupanya seperti obor, benda tersebut gunanya untuk membakar sabu yang terbuat dari botol obat amoxsan.

Dikatakan Kepala Polres Kukar AKBP Abdul Karim, kedua tersangka kini diamankan di Mapolres Kukar untuk kepentingan penyidikan. Karim mengaku kesulitan mengembangkan kasus ini, lantaran Dendy masih berada di bawah pengaruh barang haram tersebut. 

“Selama dua hari terakhir ini Dendy tidak kooperatif dan baru mau dimintai keterangan pada Minggu sore kemarin dan didampingi kuasa hukumnya, Parlindungan Pasaribu SH. Kami terus mengejar pemasok sabu terhadap Aji Dendy, yang berinisial MD,” terangnya, Senin (23/9/2013).

Dendy juga tercancam dicopot keanggotaannya di DPRD Kukar lewat pergantian antarwaktu (PAW). “Kami minta maaf kalau baru merilis tangkapan pelaku narkoba yang melibatkan anggota DPRD Kukar berinisial AD. Karena masih perlu waktu untukpengembangan kasus ini. Karena saat dilakukaan pemeriksaan sesaat setelah penangkapan, tersangka masih di bawah pengaruh sabu,” tegas dia. [Kompas]