Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASIONAL. Tampilkan semua postingan

4 Des 2013

JK Siap Jadi Donatur Jilbab Polwan

JAKARTA, NEWS DESA -- Penundaan penggunaan jilbab bagi polisi wanita (polwan) salah satunya ditengarai karena anggaran untuk membeli jilbab yang belum tersedia.

Mantan Wakil Presiden, Jusuf kalla mengatakan, sejatinya anggaran yang ada di Polri sudah cukup memadai untuk membeli jilbab.

"Anggaran itu saya yakin polisi itu bisa beli. Jilbab itu ada yang harganya Rp20 ribu. Itu yang bahannya katun-katun paling tinggi Rp20 ribu, dan saya yakin polisi bisa beli," katanya saat ditemui disela-sela Konferensi Internasional Media Islam di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/12/2013).

JK -sapaan akrabnya- menegaskan, bila Polri tidak sanggup untuk membeli jilbab untuk polwan, dirinya siap untuk menjadi donatur.

"Kalau pun kita mau usahakan, kita usahakan lah. Kalau dibutuhkan kita siap jadi donaturnya. Teman-teman tinggal kumpulkan. Paling berapa sih jumlah polwan. Paling lima ribuan," tuturnya.

JK mengatakan, memakai jilbab merupakan hak pribadi seseorang. Jika di Inggris bisa melakukan hal itu, maka sudah sepantasnya Indonesia pun bisa menerapakan penggunaan jilbab bagi polwan.

"Polisi Inggris saja pakai jilbab. Jadi jilbab itu merupakan hal pribadi masing-masing orang. Dan itu dapat dilaksanakan," tandasnya.

Sementara itu, jika memang perlu adanya keseragaman bentuk jilbab, JK menyepakati perlunya aturan. Namun, selama belum ada aturan, JK berharap para polwan tetap diizinkan memakai jilbab.
(sus)

Sumber: Okezone.com

18 Okt 2013

Inilah Foto Bunda Putri

Foto Bunda Putri dengan sosok yang diduga sebagai adik kandung Wakil Presiden Boediono, Tuti Iswari. Menurut Seruu.com, mantan Menko Bidang Perekonomian, Rizal Ramli membantah sosok Bunda Putri dalam foto-foto yang sudah beredar luas di dunia maya. Menurutnya itu hanya umpan belaka. 
Foto Bunda Putri bersama seseorang yang diduga sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin. Foto-foto ini diterima redaksi Seruu.com dari orang tak dikenal melalui surat elektronik. 
Foto yang diduga sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta Soetiyoso bersama Bunda Putri. Tokoh Bunda Putri disebut-sebut dekat dengan Presiden SBY, namun hal ini dibantah dan presiden berjanji akan mengungkap siapa sosok Bunda Putri ini. 

Foto Bunda Putri berpose dengan sosok yang diduga sebagai Mantan Menteri Perhubungan, Agum Gumelar (berkemeja biru). Dari foto-foto ini menunjukkan keakraban tokoh Bunda Putri ini dengan tokoh-tokoh nasional.

Sbr Foto: Seruu.com
Teks : Tempo











Beredar, Foto Bunda Putri dengan Ustadz Hilmi

Jakarta - Setelah beredarnya foto sosok bunda putri dengan beberapa tokoh seperti Menseskab Dipo Alam dan mantan Menpora Andi Mallarangeng, hari ini beredar lagi foto bunda putri dengan Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustadz Hilmi Aminudin.

Bunda Putri dengan Ustadz Hilmi Aminuddin [Foto: Sayangi.com/IST]
Dalam gambar yang diterima redaksi sayangi.com itu, seorang perempuan yang sering disebut-sebut sebagai Bunda Putri itu memakai busana berwarna gelap, berkaca mata dan duduk di kursi berwarna putih. Tampak pashmina berwarna kuning emas melingkar di lehernya.

Sementara itu, foto ustadz Hilmi Aminudin mengenakan celana hitam dan jaket yang juga hitam dengan peci haji berwarna putih. Kursi tempat Ustadz Hilmi duduk juga berwarna putih dan dan satu tipe dengan kursi yang diduduki bunda putri. Belum diperoleh informasi tentang keaslian foto tersebut.

Sumber yang mengirim photo itu mengaku memiliki beberapa photo Bunda Putri dengan banyak pejabat penting di republik ini.

"Masih banyak lagi foto dia dengan pejabat dan mantan pejabat. nanti saya kirim lagi. Sekarang yang ini aja dulu". kata sumber tersebut, Jumat (18/10)

Nama Bunda Putri menjadi terkenal setelah disebut-sebut dalam persidangan kasus suap impor daging oleh mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Menurut Luthfi, Bunda Putri orang yang sangat dekat dengan presiden SBY dan banyak tahu informasi tentang reshufle kabinet. Terhadap pernyataan ini Presiden SBY merasa perlu memberi penjelasan seputar Bunda Putri.

"Bunda Puteri orang yang sangat dekat dengan presiden SBY, 1000 persen Luthfi bohong. Dia sangat tahu dengan kebijakan reshufle, 2000 persen bohong." kata SBY di Bandara Halim Perdana Kusuma, Kamis (10/10). (S2)

Sbr: sayangi.com

11 Okt 2013

Soal Bunda Putri, Kenapa Presiden SBY Harus Marah?


Jakarta, NewsDesa.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya tak perlu reaktif merespons kesaksian mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), dalam persidangan kasus dugaan suap impor daging sapi. Dalam kesaksiannya, Luthfi menyebut Bunda Putri sangat dekat dengan Presiden. Nama Bunda Putri turut disebut dalam pusaran kasus ini. 

Merespons kesaksian Luthfi, SBY langsung memberikan pernyataannya, setelah mendarat di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dari lawatannya ke Brunei Darussalam. 


Pakar komunikasi politik Universitas Mercubuana, Heri Budianto, menilai, respons SBY ini justru menimbulkan tanda tanya. Padahal, menurutnya, selama ini SBY selalu menjauhkan diri dari kasus-kasus hukum. Kali ini, SBY justru mengomentari kesaksian di persidangan. 


"Reaksi SBY terhadap LHI soal Bunda Putri berlebihan. Justru sikap reaksional Presiden SBY itu akan menimbulkan berbagai pertanyaan di publik," ujar Heri di Jakarta, Jumat (11/10/2013).


Menurut Heri, sikap SBY ini justru akan merugikan karena pernyataan Luthfi muncul dalam proses persidangan. Seharusnya, lanjut Heri, SBY membiarkan pengadilan yang menentukan apakah Luthfi bohong atau tidak dalam memberi keterangan.


"Kenapa Presiden SBY begitu memperhatikan soal itu? Kenapa Presiden SBY marah sekali?" ujar Heri.


Direktur Political Communication Institute itu berpendapat, saat ini publik sudah cerdas mengikuti dengan saksama keterangan Luthfi dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi. Menurutnya, publik juga tidak langsung memercayai apa yang disampaikan oleh Luthfi. Namun, Heri menuturkan, sikap SBY yang memberikan reaksi berlebihan justru menimbulkan tanda tanya. Dari raut wajah dan gaya berpidato, kata Heri, dapat dilihat bahwa SBY sangat tegang.


"Saya belum pernah melihat SBY tampil semarah ini dalam konferensi pers. Ini adalah kemarahan yang luar biasa," ungkap Heri.


Presiden: Luthfi bohong


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah atas pernyataan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10/2013). Presiden menilai Luthfi berbohong. Kemarahan Presiden itu menyikapi kesaksian Luthfi yang menyebut bahwa Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan dirinya. Presiden mendapatkan informasi itu dari stafnya saat baru mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis malam, setelah melakukan lawatan dari Brunei Darussalam. 


Kepada wartawan, Presiden membacakan kutipan berita yang ia terima dari stafnya.


"Bunda Putri orang yang sangat dekat dengan Presiden, 1.000 persen Luthfi bohong. Saya tidak tahu, saya tidak kenal, dan tidak ada kaitan dengan saya," kata Presiden saat jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara. 


Nada bicara Presiden sedikit tinggi. Presiden mengatakan, lantaran tidak mengenal, dirinya langsung mencari tahu siapa Bunda Putri. 


Presiden mengaku memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi untuk menghubungi Menteri Pertanian Suswono. Menurut penjelasan Suswono, kata Presiden, Bunda Putri adalah istri salah satu pejabat di Kementerian Pertanian. Presiden lalu meminta stafnya yang lain menghubungi Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan untuk menanyakan hal yang sama. Jawaban serupa diterima dari Rusman.


Sumber: kompas.com

Golkar: SBY Pura-pura Tidak Tahu


Jakarta - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo tidak percaya jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mengenal sosok Bunda Putri. Pasalnya, dalam berbagai kesaksian di persidangan, Bunda Putri memiliki kekuasaan mengatur kabinet bentukan SBY. 

"Kita kadang kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu. Kalau dia (Bunda Putri) tidak punya hubungan dekat dengan pusat kekuasaan, mana bisa dia sesakti itu," ujar Bambang saat dihubungi, Jumat (11/10/2013). 


Meski demikian, Bambang memaklumi jika SBY berang karena namanya disebut di pengadilan. Namun, kata Bambang, sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, SBY diharapkan bisa bersikap lebih elegan. Misalnya, SBY bisa menempuh jalur hukum tanpa marah-marah di hadapan publik. 


"Sikap dan kemarahan Presiden yang demikian keras itu dapat memengaruhi pengadilan. Hakim, jaksa, saksi dan tentu saja terdakwa akan merasa tertekan," ucap anggota Komisi III DPR itu. 


Presiden marah



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah atas pernyataan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10/2013). Presiden menilai Luthfi berbohong. Kemarahan Presiden itu menyikapi kesaksian Luthfi yang menyebut bahwa Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan dirinya.

Presiden mendapatkan informasi itu dari stafnya saat baru mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis malam, setelah melakukan lawatan dari Brunei Darussalam. Kepada wartawan, Presiden membacakan kutipan berita yang ia terima dari stafnya. 


"Bunda Putri orang yang sangat dekat dengan Presiden. Seribu persen Luthfi bohong. Saya tidak tahu, saya tidak kenal, dan tidak ada kaitan dengan saya," kata Presiden saat jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara. 


Nada bicara Presiden sedikit tinggi. Presiden mengatakan, lantaran tidak mengenal, dirinya langsung mencari tahu siapa Bunda Putri. Presiden mengaku memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi untuk menghubungi Menteri Pertanian Suswono. Penjelasan Suswono, kata Presiden, Bunda Putri adalah istri salah satu pejabat di Kementan. 


Presiden lalu meminta stafnya yang lain menghubungi Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan untuk menanyakan hal yang sama. Jawaban serupa diterima dari Rusman.


Sumber: Kompas.com

10 Okt 2013

Tayangan Sadis, “Tarung Bebas” RCTI Ditentang

Berita Desa - Program siaran turnamen beladiri “Tarung Bebas” yang disiarkan stasiun RCTI dan Indosiar dinilai berdampak negatif bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Tarung Bebas memuat adegan sadis dan kekerasan  yang berlebihan.
FGD KPI Soal Tarung Bebas (KPI)


Keluhan masyarakat itu dibahas dalam focus group discusion (FGD) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Rabu (09/10). Hadir dalam diskusi itu Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, Yayasan Pengembangan Media Anak, Bobby Guntarto, KONI Pusat, dan perwakilan stasiun televisi.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, mengatakan bahwa tayangan tersebut sedang menjadi perhatian karena begitu banyak menonjolkan kekerasan. Untuk itu, KPI menggelar FGD soal Tarung Bebas agar KPI mengetahui seperti apa pandangan dan keinginan dari lembaga penyiaran.

Seto Mulyadi dan Bobby Guntarto, dalam kesempatan yang sama, juga menekankan soal dampak buruk akibat tayangan tersebut, meskipun tayangan program yang dimaksud disiarkan pada jam dewasa atau tengah malam. [itoday]Berita Des, Ekonomi Desa, Teknologi Desa, Sistem Politik Desa, Peradaban Desa, Sosial Desa, Sistem Ekonomi Desa, Teknologi Desa, Demokrasi Desa, Sejarah Desa, UU Desa, Lingkungan Desa,

5 Okt 2013

Dibentuk, Tim Ad Hoc untuk Pelanggaran HAM Berat di Aceh










Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang dipimpin Otto Nur Abdullah (empat dari kiri) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2013). Komisi III meminta masalah internal antar komisioner Komnas HAM segera dituntaskan atau mereka disuruh mengundurkan diri. Sebanyak 12 dari 13 komisioner hadir dalam rapat tersebut. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN | HENDRA A SETYAWAN

JAKARTA - Komnas HAM memutuskan membentuk tim ad hoc untuk menangani pelanggaran HAM di Aceh pada masa lalu, Jumat (4/10/2013). Keputusan ini diambil setelah Komnas HAM menggelar rapat paripurna khusus membahas laporan tim penyelidikan kasus Aceh.

"Terbentuk tim ad hoc untuk pelanggaran HAM masa lalu di Aceh," kata Ketua Komnas HAM Otto Nur Abdullah seusai sidang paripurna. Penyelidikan ini, ujar dia, merupakan lanjutan dari penyelidikan yang sudah dimulai dalam kepengurusan Komnas HAM periode sebelumnya.

"Tim penyelidikan Aceh saat ini tidak mengerjakan dari nol karena 70 persen sudah dikerjakan," aku Otto. Rapat paripurna memutuskan lima hal dugaan pelanggaran HAM berat yang akan ditangani tim ad hoc pro justicia ini.

Lima pelanggaran HAM berat itu adalah insiden Rumoh Geudong di Pidie, pembunuhan massal di Simpang KKA Aceh Utara, insiden di Bumi Flora Aceh Timur, penghilangan orang secara paksa dan kuburan massal di Bener Meriah, serta pembantaian massal di Jambo Keupok. 

Dari lima kasus itu, ujar Otto, tiga di antaranya sudah pernah diselidiki Komnas HAM, yakni insiden di Rumoh Geudong, Simpang KKA, dan Bumi Flora. Tim ini juga akan mengusulkan strategi bagaimana mengondisikan psikologi korban dan masyarakat Aceh pada umumnya sehingga mereka proaktif memberikan kesaksian.

"Ini kemajuan yang dilakukan Komnas HAM, memberikan teguran atau tekanan kepada pelaku pelanggaran HAM di Aceh," tutur Otto. Tim ad hoc kasus Aceh ini, sebut dia, akan bekerja selama tiga bulan. Hasil kerja mereka akan diserahkan ke Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti sebagai proses hukum.

Sumber: kompas.com